Sponsored

Cara mudah mempersiapkan makanan untuk bayi Anda

Bagaimana cara membuat PUREE makanan bayi
  1. Mulai dengan memasak sayuran/buah-buahan. Makanan bisa dikukus, dibakar, direbus atau menggunakan micro-wave. Mengkukus makanan baik untuk mempertahankan kandungan nutrisi makanan.

  2. Masukkan makanan ke dalam blender/grinder yang akan digunakan untuk membuat puree

  3. Pisahkan air yang digunakan untuk memasak sayur/buah. Cairan ini akan digunakan dalam membuat puree. Menambahkan cairan ini akan membantu mengembalikan nutrisi yang keluar selama makanan dimasak.

  4. Nyalakan alat yang telah dipersiapan untuk membuah puree sayuran/buah

  5. Sedikit demi sedikit tambahkan air atau cairan yang telah dipisahkan hingga mendapatkan kekentalan yang diinginkan. Atau gunakan ASI/susu formula sebagai penganti air.


Bagaimana cara memberikan PUREE makanan pada bayi Anda
  1. Setelah cairan puree siap, pindahkan puree ke dalam tempat membuat ice-cube untuk dibekukan.

  2. Isi tiap cube dengan puree, seperti kita melakukan pengisian air untuk membuat ice-cube

  3. Tutup tempat es dengan plastic wrap, dan masukkan tempat es ke dalam freezer. Ulangi prosedur ini hingga purre yang telah disiapkan sebelumnya habis

  4. Setelah puree-cube beku, keluarkan tempat es dari freezer dan pindahkan puree-cube ke dalam plastic.

  5. Jangan lupa beri tanggalpersiapan dan jenisnya. Puree-cube dapat tahan hingga 1 bulan dalam freezer

  6. Ketika ingin memberi makan bayi Anda, keluarkan beberapa cubeyang dibutuhkan dan dicairkan. Pemanasan TIDAK perlu dilakukan, makanan dapat dibiarkan mencair hingga temperatur ruang. Namun jika Anda menggunakan micro-wave untuk mencairkan makanan, JANGAN LUPA untuk mengaduk makanan sebelum memberikannya pada bayi Anda


Pemberian homemade food akan mempermudah transisi dari makanan cair (bubur) ke table food.

pengalaman pribadi dan berbagai sumber

Resiko Pemberian MP-ASI terlalu dini

(Dirangkum & ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, 26 March 2005)

Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) di usia kurang dari 6 bulan. Bahkan banyak dari kita tidak pernah tahu mengapa WHO & IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bulan pertama kehidupan seorag anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak baru mulai mendapatkan MPASI berupa bubur susu, nasi tim, buah, dsb.

Alasan menunda pemberian MPASI
Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bulan?!
Kalo jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bulan) umur 4 bulan aja dikasih makan bahkan ada yg umur 1 bulan. Dan banyak yang berpendapat gak ada masalah apa-apa tuh dengan anaknya.

Satu hal yg perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian juga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah berdasarkan riset2 yg terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebih dari 5tahun yang lalu, MP-ASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia berusia 4 bulan. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun2 terakhir menghasilkan banyak hal sehingga MP-ASI sebaiknya diberikan setelah anak berusia lebih dari 6bulan.

Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?!

1.Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit.
Hal ini disebabkan sistem imun bayi berusia kurang dari 6 bulan belum sempurna. Pemberian MP-ASI terlalu dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MP-ASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.

2.Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI.
Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl.

3.Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan
Saat bayi berumur kurang dari 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk mengolah kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.

4.Menunda pemberian MP-ASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari.

Proses pemecahan sari-sari makanan yg belum sempurna dalam usus bayi, pada beberapa kasus ekstrem ada juga yang memerlukan tindakan bedah akibat pemberian MP-ASI terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MP-ASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah anak berumur 6 bulan.

Masih banyak yg mengenalkan MP-ASI pada bayi kurang dari 6 bulan
Kalo begitu kenapa masih banyak orangtua yg telah memberikan MP-ASI ke anaknya sebelum berumur 6 bulan? Banyak sekali alasan kenapa ortu memberikan MP-ASI sebelum anak berusia 6 bulan. Umumnya banyak ibu yg beranggapan kalo anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski gak ada relevansinya banyak yg beranggapan ini benar.
Kenapa?
Karena belum sempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah & memecah makanan. Kadang anak yg menangis terus dianggap sbg anak gak kenyang. Padahal menangis bukan semata-mata tanda ia lapar.

Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat kita seperti orang tua terdahulu bahwa anak saya gak papa tuh dikasih makan pisang pas kita umur 2 bulan. Malah sekarang jadi orang.

Alasan lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak ada dukungan seperti alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan bayi yang belum mengindahkan ASI eksklusif 6 bulan.

Aturan MP-ASI setelah 6 bulan: Karena sebelum berusia 6 bulan mengandung resiko.
Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi gak jadi masalah utkkita tapi belum tentu untuk yg lain.

Misalkan, ilustrasinya sama seperti aturan cuci tangan sebelum makan. Ada anak yang dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia baru bermain-main dengan tanah dsb. Tapi ia tidak apa-apa. Sedangkan satu waktu atau di anak yang lain, begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalami gangguan pencernaan karena kotoran yg masuk ke makanan melalui tangannya.

Demikian juga dengan pemberian MP-ASI pada anak terlalu dini. Banyak yang merasa "anak saya gak masalah tuh saya kasih makan dari umur 3 bulan". Sehingga hal tsb menjadi "excuse" atau alasan untuk tidak mengikuti aturan yg berlaku. Padahal aturan tsb dibuat karena ada resiko sendiri. Lagipula penelitan ttg hal ini terus berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan dan hasil riset yg ada masih terbatas dan "kurang" bagi beberapa kalangan. Tapi di kemudian hari kita tidak tahu. Ilmu terus berkembang.

Dan satu hal yg penting. Aturan agar menunda memberikan MPASi pada anak kurang dari 6 bulan bukan hanya berlaku untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yg tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed).

Semuanya akan kembali kepada ayah & ibu. Jika kita tahu ada resiko dibalik pemberian MP-ASI saat usia anak kurang dari 6 bulan, maka mengapa tidak kita menundanya. Apalagi banyak sekali penelitian & kasus yang mendukung hal tsb.

Apapun keputusan ibu & ayah, apakah mau memberikan MP-ASI saat anak berusia kurang atau lebih dari 6 bulan, alangkah baiknya dipertimbangkan dengan baik untung ruginya bagi anak, bukan bagi orang tuanya. Sehingga keputusan yg diambil adalah yg terbaik utk sang anak.
(Luk)

Sumber :

Solid Food in Early Infancy increases risk of Eczema, from original source : Fergusson DM et al Early solid feeding and recurrent childhood eczema: a 10-year longitudinal study Pediatrics 1990 Oct; 86:541-546.[ Medline abstract][Download citation]

World Health Organization (WHO). Infant Feeding Guidelines. 2003. Information for Health Professionals on Infant Feeding. www.who.int/health_topics/breastfeeding/en/

World Health Organization (WHO). 2003. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. www.who.int

World Health Organization (WHO). Complementary feeding. Report of the global consultation. Summary of guiding principles. Geneva, 10-13 December 2001. www.who.int

Artikel : Why Delay Solids?
http://www.kellymom.com/nutrition/solids/delay-solids.html

The introduction of solids in relation to asthma and eczema. A Zutavern, E von Mutius, J Harris, P Mills, S Moffatt, C White and P Cullinan. http://adc.bmjjournals.com/cgi/content/abstract/89/4/303

AAP. 1990. Early solid feeding and recurrent childhood eczema: a 10-year longitudinal study. DM Fergusson, LJ Horwood and FT Shannon. http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content/abstract/86/4/541

NCBI. Protective nutrients and bacterial colonization in the immature human gut. Dai D, Walker WA. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=PubMed&list_uids=10645469&dopt=Abstract

Relation between early introduction of solid food to infants and their weight and illnesses during the first two years of life. Forsyth JS, Ogston SA, Clark A, Florey CD, Howie PW. Dept of Child Health, Ninewells Hospital and Medical School, Dundee.

Artikel : Stop MPASI terlalu dini. Majalah Ayahbunda Edisi/No.01 Januari 2005

tanpa mengubah konteks dan isi, tulisan ini diedit oleh DeA Haryono
**maaf ya mb' Luk... gatel sih... maklum bekas editor. hehehe**

Susu Formula atau Susu Segar?

Susu pasteurisasi
Merupakan susu segar yang diberi perlakuan panas (63-72 oC) selama 15 detik dengan tujuan untuk membunuh bakteri patogen (penyebab penyakit).

Susu UHT (Ultra High Temperature)
Susu segar yang diolah menggunakan pemanasan tinggi (135-145 oC) dan dalam waktu singkat (2-5 detik). Selain membunuh seluruh mikroorganisme, proses UHT juga untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu, serta mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

Susu bubuk/formula
Berasal dari susu segar, baik dengan atau tanpa rekombinasi zat lain (seperti lemak dan protein), yang dikeringkan dengan cara spray drying.

Jenis susu apa pun yang Anda pilih, perhatikan hal-hal berikut.
Komposisi susu
Susu yang diberikan harus mengandung zat-zat gizi penting, seperti energi, protein, dan lemak, dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Penampilan fisik
kemasan (kaleng, kadus atau karton) tidak penyok, berkarat, robek, kembung atau bocor
untuk susu cair, jangan konsumsi bila tercium bau asam dan teksturnya rusak (tampak 'pecah' dan agak kental)
untuk susu bubuk, jangan dikonsumsi bila ada gumpalan, warna berubah (misalnya, dari putih jadi coklat atau kelabu), dan berbau tengik.

Pilih yang tanggal kadaluwarsanya masih jauh

Patuhi cara penyajian (sesuai usia anak)
Takaran penyajian yang tidak tepat, misalnya saat melarutkan susu bubuk, dapat mengarah ke timbulnya resiko kurang gizi atau kerusakan ginal.

sumber. ayahbunda

Pengalaman pribadi
Sejak usia 7bulan, aKia sudah mulai dikenalkan susu bubuk, yang dipakai hanya untuk melarutkan bubur susu-nya. Setelah usia setahun, mulai kami memperkenalkan susu cair. Alasannya, toh... kandungan gizinya kurang lebih sama.
Awalnya, saya sempat mencoba memberikan susu bubuk merk tertentu, tapi dengan adanya tambahan susu bubuk di daftar belanja... Bisa dibayangkan, biaya bulanan meningkat hingga separuhnya. Hihihi... soalnya pas ASI hemaaat banget.
Akhirnya berbekal hunting kanan-kiri, kami ambil keputusan Kia dikasih susu UHT.

Susu Sapi atau Susu Kedelai?

Susu sapi


Paling banyak direkomendasikan. Alasannya, komposisi gizi susu sapi paling mendekati ASI. TAPI... Jangan pilih susu sapi, jika ada riwayat alergi susu sapi dalam keluarga.
Namun, ada kok susu sapi yang protein susunya sudah 'dipecah' sehingga lebih mudah dikonsumsi. Biasanya susu model ini diberi kode HA (hypoallergenic).

Tanda-tanda alergi
Diare dengan pendarahan atau lendir, kesakitan saat buang air besar, muntah, timbul ruam, bernapas seperti orang bersiul, sesak napas



Susu kedelai


Komposisi gizinya hampir sama dengan susu sapi. TAPI... sebagian orang yang alergi terhadap protein susu sapi juga alergi terhadap protein kedelai.
Kecuali, bila masalahnya adalah intoleransi terhadap laktosa (ketidakmampuan mencerna laktosa atau gula susu), maka susu kedelai bisa jadi pilihan utama.

berbagai sumber

Untung-nya ASI

Keuntungan mendapatkan ASI bagi bayi
  • ASI adalah makanan yang paling sempurna dan ideal untuk bayi

  • ASI sangat mudah dicerna dan diserap, sehingga mengurangi resiko kolik

  • Kandungan zat Besi (Fe) dalam ASI dapat lebih mudah digunakan

  • Kandungan ASI berubah menyesuaikan kebutuhan bayi

  • ASI mengandung senyawa yang akan membantu perkembangan sistem syaraf dan otak bayi

  • Bayi yang mendapatkan ASI lebih tahan terhadap alergi.

  • Bayi yang mendapatkan ASI jarang sakit, karena ASI mengandung antibodi

  • ASI dapat membantu bayi merespon terhadap vaksin, level antibodi pada bayi yang mendapatkan ASI lebih tinggi dari yang tidak (pada usia 7-12bulan)

  • Menyusui mengurangi resiko terkena SIDS (Sudden Infant Death Syndrome - Sindrom Meninggal Mendadak pada Bayi)


Keuntungan menyusui bagi Ibu
  • Menghemat pengeluaran bulan rumah tangga, karena tidak perlu membeli susu formula (-smile- pengalaman pribadi)

  • ASI selalu tersedia

  • ASI selalu segar, siap disajikan tanpa perlu dicampur, ditakar, dipanaskan atau tidak ada botol yang harus dicuci (dua yang terakhir gak berlaku bagi ASI perah -wink-)

  • Menyusui di malam hari jadi lebih mudah

  • Tidak perlu mempersiapkan stok susu jika melakukan perjalanan (ini juga pengalaman pribadi, soalnya stok ASI gak mungkin ketinggalan kan! -hehehe-)

  • Menyusui meningkatkan bonding antara ibu dan bayi

  • Dengan menyusui, pendarahan setelah melahirkan seringkali lebih sedikit

  • Ukuran rahim lebih cepat kembali ke ukuran sebelum hamil

  • Mempercepat penurunan berat badan (Bener lho... Anak pertama, aku naik 13kilo, back to berat sebelum hamil setelah 6bulan. Pas anak kedua naik 8kilo, belum 4bulan tinggal 1kilo ke berat sebelum hamil -big smile-)

  • Mengurangi kemungkinan terkena kanker rahim dan kanker payudara


disarikan dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi

Tips sukses menyusui


  • Susui bayi sesering mungkin, sesuai kebutuhan

  • Biarkan bayi menyusu pada salah satu payudara selama ia mau, baru kemudian berikan payudara berikutnya

  • Ada bayi yang setiap menyusu hanya pada satu payudara saja, namun ada juga yang selalu ingin menyusu di kedua payudara

  • Biasanya, 20-30menit bayi sudah dapat mengosongkan satu payudara


berbagai sumber

Pertumbuhan Gigi Anak

Nambahin dikit aja nih... kebetulan baru dapet ilmu, setelah mampir ke dokter gigi. Bersihin gigi, sekalian nanya ini itu.... biasa emak-emak gak mau rugi :-)

Karena aku juga punya concern yang cukup besar soal pertumbuhan gigi, secara anakku (aKia) baru numbuh gigi umur 10bulan dan perkembangan pertumbuhan gigi selanjutnya aku nilai lambat:-)

Hasil ngobrol-ku ama ibu dokter yang baik hati itu begini, aku rangkumin aja ya...
1. Periode pertumbuhan normal gigi susu antara 6-24bulan (inget ya... ini rata-rata, jadi ada yang bisa lebih maju, atau lebih lambat)
2. Pertumbuhan gigi, tidak dipengaruhi oleh asupan kalsium. Tapi pertumbuhan gigi (erupsi gigi) dipengaruhi oleh faktor genetik. (Jadi kalo ayah-bunda nya numbuh gigi lambat, kemungkinan besar anaknya juga githu)
3. Asupan kalsium akan mempengaruhi kualitas gigi
4. Setelah lewat usia pertumbuhan gigi, kalo khawatir... disarankan untuk difoto. sebelum itu, sebaiknya bersabar

Nah, kira-kira ini hasil tanya-tanyaku ke ibu dokter (semoga gak ada yang slaah denger ya...). Masih banyak seh... tapi banyakan gak nyambung ama topik tumbuh gigi. hehehe...

Makasih Bu dokter

DHA SULIT DISERAP BAYI, JANGAN TERPENGARUH IKLAN SUSU

JAKARTA, JUM'AT 22 SEPTEMBER 2000, HARIAN MEDIA INDONESIA - HAL 9

JAKARTA (MEDIA) : Tingkat konsumsi Docosahexanoic Acid (DHA) yang berlebihan akan membahayakan metabolisme tubuh. Sebab tubuh terpaksa dibebani pekerjaan yang lebih berat untuk mengeluarkan asam lemak esensial tersebut.

Spesialis penyakit anak Dr. Utami Roesli MBA, mengutip hasil penelitian yang dilaksanakan di Australia, Amerika Serikat maupun Eropa, bahwa di tiga kawasan negara maju ini, belum dihasilkan efektifitas dari penambahan DHA dalam produk susu maupun makanan bayi dan anak-anak termasuk untuk ibu hamil. "Jadi belum ada anjuran untuk menambahkan unsur asam linoleat dan asam linolenat itu ke dalam susu", ujarnya kepada Media, kemarin di Jakarta. Lebih jauh ditegaskan, seperti juga lemak susu sapi, maka asupan DHA tsb. tersebut bukan merupakan ikatan rantai panjang, sehingga masih sulit diserap oleh pencernaan bayi. Terlebih lagi, katanya, karena susu yang akan dikonsumsi ini harus dibuat dengan menggunakan air panas hingga mengalami proses pemanasan. Akibatnya, aktifitas enzim desaturase dan elongase yang memfasilitasi pembentukan DHA dalam tubuh secara otomatis hancur.

Karena itu, Utami, sebagai pakar air susu ibu (ASI) mengingatkan kepada masyarakat, khususnya kaum ibu, supaya jangan terpengaruh terhadap iklan susu dan makanan pendamping ASI yang mengandung DHA dengan iming- iming mampu meningkatkan kecerdasan bayi. "Asam lemak esensial tersebut justru cukup terkandung dalam ASI, bahkan unsur DHA-nya tergolong ikatan rantai panjang yang sangat mudah diserap pencernaan bayi", ujarnya. Karena itu dia menganjurkan agar bayi diberikan ASI sejak lahir sampai umur 4 bulan, karena asam lemak ASI juga terdiri dari asam arakidonat. "Berarti, kandungannya melebihi unsur asam linoleat dan asam linolenat".

Setelah empat bulan, katanya, bayi dapat diberikan tempe yang mengandung pula asam linoleat maupun asam linolenat karena lemaknya termasuk ikatan rantai panjang. Utami menjelaskan, setelah mencapai umur enam bulan,bayi juga dapat diberikan ikan laut, yang secara alami mengandung pula kedua asam lemak itu tanpa harus mengonsumsi susu formula.

Menyesatkan Ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan ASI Rumah Sakit Saint Carolus ini mengakui, semboyan "Empat Sehat Lima Sempurna" yang berlaku sejak dulu dinilai telah menyesatkan masyarakat. "Orang beranggapan konsumsi makanan sehari-hari belum sempurna jika tidak minum susu. Susu bukan berarti tidak penting, namun bukan segala-galanya", tegasnya lagi. Dia bahkan melihat iklan susu maupun makanan bayi dan anak-anak yang diimplementasi dengan DHAcenderung menyesatkan masayarakat, karena produsen memanfaatkan kebodohan konsumen yang tak memahami manfaat sesungguhnya dari unsur tambahan tersebut.

Sementara, kalangan spesialis gizi di Indonesia umumnya menyatakan masih awam terhadap kandungan DHA dalam susu. Karena sampai sejauh ini, belum pernah dilakukan penelitian tentang manfaatnya. Dokter Soebagyo Sumodihardjo MSc, pakar gizi dari bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan pihaknya baru mengetahui hal itu dari media massa . Ketika ditemui Media usai pembukaan lokakarya "Pemerataan serta Peningkatan Pemanfaatan Lulusan Pendidikan Tenaga Kesehatan di Sektor Non-Departemen Kesehatan dan Kesejahteraaan Sosial" kemarin di Jakarta, dia belum bersedia dimintai komentarnya. "Saya baru mengkliping dan belum membaca literatur", ujarnya. Dia berjanji memberitahukan hal tersebut seminggu kemudian setelah segala informasi dikumpulkan dari berbagai sumber.

Spesialis Anak Dr. Sri S. Nasar sebelumnya menginformasikan bahwa overdosis DHA pada manusia, sejauh ini baru terlihat dialami orang Eskimo yang banyak mengkonsumsi ikan laut. Dikatakan bahwa gejalanya berupa perdarahan, mirip flek-flek berwarna kebiruan di kulit. "Efek yang lain baru ditemukan pada monyet maupun tikus, tapi gejalanya berbeda".
(Rse/V-1)

Usaha untuk Hamil

Hampir setiap pasangan yang menikah pasti mengharapkan kehadiran buah hati di antara mereka. Namun ada kala penantian datangnya sang buah hati cukup panjang untuk dilalui. Hingga berbagai usaha yang dilakukan oleh setiap pasangan untuk memperoleh si dambaan hati ini. Hal penting yang wajib diketahui bagi pasangan yang ingin memiliki atau menambah momongan adalah kapan masa subur wanita dan kapan waktu yang paling tepat untuk mengerjakan 'pe-er'.
Untuk mengetahui masa subur wanita ada beberapa cara:

Memeriksa sendiri konsistensi cairan pada vagina:
Pada saat masa subur, cairan vagina akan encer, jernih dan pada saat akan diraba dan ditarik dengan dua jari akan terbentuk suatu benang yang tidak gampang putus. Berbeda dengan pada saat tidak subur, cairan vagina lebih kental, keruh dan gampang putus bila ditarik diantara dua jari.

Memeriksa peningkatan suhu tubuh:
Cara ini tergolong agak merepotkan dan membutuhkan ketekunan namun hasilnya lebih jauh akurat. Saat menjelang dan sesudah masa ovulasi suhu badan akan meningkat atau menghangat, hal ini akibat dari pengaruh hormon progesteron. Teknik untuk mengetahuinya, biasanya digunakan 'tabel suhu tubuh' yang berfungsi untuk 'mendeteksi' perubahan hormonal yang terjadi melalui perubahan suhu. Biasanya perbedaan suhu tubuh sangatlah kecil, umumnya hanya 'koma' beberapa derajat celcius saja (antara 35°C sampai 37°C). Untuk itu harus benar teliti mencatatnya dan tidak bisa memakai termometer tubuh biasa. Gunakan termometer khusus untuk ini yang biasanya dijual di apotik dengan keakuratan pengukuran sampai 1/10°C. Ada yang bentuknya seperti termometer biasa, ada pula yang elektronik dengan layar kecil untuk menampilkan suhu.

Menghitung berdasarkan rata-rata waktu haid:

'X' adalah rata-rata siklus menstruasi Anda, (Misalnya 6 hari) dan 'Y' adalah perkiraan terjadinya ovulasi.
Rumusnya: Y = Tgl. menstrusi hari pertama + X hari - 14 hari
( Y - 3 hari ) sampai ( Y + 3 hari )

Jadi, masa subur Anda jatuh pada 3 hari sebelum sampai 3 hari setelahnya.

Setelah kita mengetahui, kapan masa subur... sekarang tinggal merencanakan kapan kita harus bikin 'pe-er'. Tentunya perlu diingat bahwa sperma diproduksi tiap 36-48jam setelah dikeluarkan. Jadi bisa dikira-kira kapan waktu ideal untuk bikin 'pe-er' bareng.

Selanjutnya, jika semua hal sudah dilakukan adakalanya ada masalah yang tidak kita kehendaki. Baik itu dari pihak suami maunpun dari pihak istri. Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis yang paham akan kondisi kesehatan kita.

Sementara kita berusaha melakukan yang terbaik, tentunya kita tetap harus menjaga asupan makanan. Untuk memperoleh kondisi fit dan prima diperlukan makanan dengan gizi seimbang. Dalam mempersiapkan kehamilan ada beberapa asupan yang harus diperhatikan.

Asam folat

Sumber asam folat ini dapat diperoleh melalui sayuran hijau seperti bayam, kacang-kacangan, beras, beras merah. Tentunya susu hamil A***M yang disebutkan oleh mB' Isma pada imel sebelum ini, menonjolkan keunggulannya di sini. Padahal Asam folat dapat dengan mudah kita peroleh. Kebutuhan asam folat pada wanita yang sedang mempersiapkan kehamilan sebesar 400micrograms/hari.

Kalsium

Kebutuhan kalsium harus dicukupi, karena selama kehamilan jika asupan kalsium kurang, maka akan diambil dari tulang. Ini menyebabkan osteoporosis banyak terjadi pada wanita.

Selanjutnya yang harus dihindari adalah

Kafein

Berdasarkan penelitian, konsumsi lebih dari 300miligram kafein/hari akan mengurangi fertilitas hingga 27%. Selain itu, kafein juga mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dan kalsium. Kafein terdapat dalam kopi, moka, teh, dan coklat.

Kurangi juga konsumsi pemanis buatan, rokok, narkoba, dan minuman beralkohol.
Untung bagi saya, suami saya tidak merokok atau pun mengkonsumsi minuman beralkohol dan bukan pula pecandu kopi:-) kami memutuskan untuk berusaha sekuat tenaga terlebih dulu, sebelum memutuskan pergi memeriksakan diri ke dokter. Yang kami lakukan, lebih tepatnya yang saya lakukan adalah melakukan pengamatan dan perhitungan masa subur setiap hari. Jadi kami dapat menentukan waktu yang paling tepat untuk bikin pe-er. Ini benar-benar harus diperhitungkan karena masa hidup sel telur yang baik adalah 48 jam (cmiiw). Selain itu, secara teratur saya melakukan terapi dengan menggunakan rose oil. Alhamdulillah, setelah beberapa bulan terapi akhirnya saya positif hamil.
Sekian sharing saya seputar usaha menuju hamil... Lumayan panjang juga ya... *semuanya saya sarikan dari berbagai sumber*

Lebih Jauh tentang obat DIET

Barusan aja, aku browsing tentang obat-obat diet yang beredar di pasaran. Sebenarnya karena dipicu penasaran abis nonton SIGI, tadi siang, tentang jamu pelangsing yang ditarik dari pasaran karena mengandung sibutraminHCl.
Dari penjelasan naratornya, aku tangkep bahwa ada dua jenis obat pelangsing yang diijinkan masuk Indonesia oleh Badan POM, yaitu Sibutramin HCl dan Orlistat. Dua-duanya masuk kategori gol. G atau obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Karena penasaran aku browse di i-net. Dapet hasil sbb.
Meridia (sibutramine hidrochloride)
Xenical (orlistat)
Keduanya harus digunakan di bawah pengawasan ahli. Dan yang mengkonsumsi, adalah orang yang memiliki BMI (Body Mass Index) lebih besar dari 27. Cara perhitungan BMI = (weight/(height*height))

Ilustrasi aja ya...
Aku dengan 1,58m dengan berat 48kg. Jadi BMI=19. Untuk bisa mengkonsumsi salah satu jenis obat di atas beratku harus lebih besar dari 67kg. Jadi sebenarnya menurut referensi yang aku baca, kalau BMI kita gak lebih dari 27, lebih baik mengatur pola makan dech...
Dua obat di atas, mempunyai cara kerja yang beda. Dua-duanya belum lama ditemukan. Bahkan Orlistat baru mempunyai bukti penilitian atas 2tahun pemakaian obat tersebut.
Sibutramine bekerja dengan menekan sistem syaraf pusat yang mengatur lapar.
Sedangkan Xenical bekerja dengan mengikat enzim lipase yang dihasilkan sistem pencernaan sehingga enzim ini tidak dapat memecah lemak, hasilnya lemak keluar melalui sistem pembuangan.
Ini efek samping yang mungkin terjadi saat kita mengkonsumsi Orlistat... (sorry gak diterjemahin)
- Bodyache; chills; cough; fever; headache; nasal congestion; runny nose; sneezing; sore throat
- Tightness in chest; tooth or gum problems ; troubled breathing; wheezing
- Bloody or cloudy urine; change in hearing ; contagious diarrhea; difficult or painful urination; earache; frequent ur ge to urinate; pain in ear
Sedangkan penggunaan sibutramin (dari hasil SIGI, aku simpulkan), memiliki efek samping:
- pusing
- jantung berdebar, mempengaruhi kerja jantung
- sulit tidur
- tekanan darah naik
Walaupun, tidak semua pengguna obat-obatan ini mengalami seluruh efek samping, dan semuanya tergantung sensitivitas tiap orang.
Tapi dengan baca aja... walah syereeem banget!!! Mendingan pake yang natural aja dech. Pola hidup sehat dan seimbang. Cukup istirahat dan olahraga. Gak perlu yang aneh-aneh... kecuali penggunaan di bawah pengawasan dokter.
Yang aku sayangkan, kenapa banyak sekali obat-obatan golongan keras, dijual bebas dan dapat diperoleh tanpa resep dokter. Duh, negriku.... negriku... Dah, ah segini aja hasil browsingku dari berbagai sumber.